This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
Tampilkan postingan dengan label Movie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Movie. Tampilkan semua postingan
Selasa, 05 April 2011
GAGASAN PARFI KORDA GARUT HARI FILM NASIONAL 2011 DI SELAAWI
UNTUK keduakalinya, Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Korda Garut, siap menggelar peringatan Hari Film Nasional (30 Maret) di Monumen Selaawi, Kampung Cihayam, Desa Selaawi, Kecamatan Selaawi, Kab Garut. Ketua Parfi Korda Garut, Rani Permata Dicky Chandra menegaskan, kegiatan itu menjadi agenda tahunan Parfi Garut, dalam menghargai jasa dan kejuangan artis film kenamaan (alm) Sofia WD yang membekas di kawasan Garut Utara.
Insan pegiat film dan sinetron di Garut berbangga, karena Parfi Korda Garut dinilai sebagai pelopor di Indonesia, yang sejak tahun 2010 menggelar hari kesejarahan perfilman nasional di Monumen Selaawi. Karenanya, Ketua Parfi Cabang Jawa Barat, Eka Gandara WK, merencanakan hadir dalam tradisi tahunan itu. Terlebih, karena momentum penting itu bermakna besar dalam mengenang aktris yang pernah menjabat Ketua Umum PB Parfi (1971 - 1974).
Tak hanya Eka Gandara. Artis kondang Yati Surachman yang mengaku berdarah Garut, terpanggil untuk datang ke Selaawi bersama para pengurus dan anggota Parfi Korda Garut. Kebetulan pula, Yati akan berperan di film layar lebar “Blackforest Untuk Arini” karya Wawan Hermawan, yang memusatkan lokasi syutingnya di Garut, akhir Maret nanti. “Ini kehormatan besar bagi saya, untuk bisa berkunjung ke daerah kenangan Mamah di masa gerilya...”
Dengan mata membasah, Yati Surachman yang biasa menyebut Mamah untuk (alm) Sofia WD itu, mengaku baru tahu kalau aktris film tersebut memiliki kaitan historis di daerah Garut. “Saya sangat dekat sama Mamah Sofi, bahkan sambil nangis saya sempat lama memeluk jasadnya. Justru, Papa WD Mochtar yang menenangkan saya.....” kenang Yati dalam perjumpaan di Gedung KNPI Garut (27/2). Sejauh itu, Yati tak pernah mendengar cerita luka hati Sofia.
Itu dimungkinkan, karena lara hati yang menikam kehidupan Sofia, terjadi saat turut bergerilya mendampingi (alm) Kapt Edi Endang, suami pertamanya, yang gugur dalam peristiwa “Sabilillah” tahun 1947 di Kampung Cibungur, Desa Samida, Kecamatan Limbangan (waktu itu). Sepeninggal Kapt Edi Endang, Sofia berkarier film dan dikenal sebagai isteri sutradara (alm) S Waldy. Selepas kepergian S Waldy, Sofia menjadi isteri aktor (alm) WD Mochtar.
Ketua Parfi Korda Garut Rani Permata menilai, Sofia WD sebagai sebuah legenda keartisan film Indonesia, yang perjuangan dan reputasinya layak untuk dikenang. Kini, sang bintang yang pernah berjaya dan tercatat sebagai wanita sutradara film kedua di Indonesia itu terpinggirkan, di balik industri perfilman dan sinetron. Tetapi kesaksian Desa Selaawi Garut tentang kejuangan, darah, doa dan air mata Sofia, tak akan mengering tergerus putaran masa.
Semua warga Kecamatan Selaawi, Garut berbangga. Ternyata Monumen Selaawi di halaman Kantor Desa Selaawi itu, menjadi agenda kunjungan Parfi Korda Garut dalam Hari Film Nasional. Di balik monumen yang bersosok batu besar, dengan tinggi 4 meter dan lebar 2,5 meter itu, terpahat kisah kegetiran hidup seorang tokoh perfilman nasional, Sofia WD. Di depan batu, berhiaskan sebatang bambu runcing, dan simbol kibaran bendera Merah Putih. Di situ tertulis nama pejuang; Kapten Edi Endang, Yaman, Asmita dan Suwa'i.
Mengalir di Tjitaroem
Kepala Desa Selaawi, Achmad Sudayan menuturkan, monumen juang itu sengaja dibuat bersimbol batu besar dari Sungai Cimanuk, untuk mengenang jasa para pejuang kemerdekaan, yang gugur di Selaawi. Lokasi monumen pun menapaki bekas peristiwa tragis, yang merenggut nyawa (alm) Suwa'i. Pemuda pejuang itu ditembak tentara Belanda, dengan kepala dililit kain bendera Merah Putih. Di halaman kantor desa itu, Suwa'i jadi tumbal perjuangan kemerdekaan.
Monumen Selaawi yang dibangun Karang Taruna dengan swadaya warga setempat itu, diresmikan Dandim 0611/Garut Letkol (Art) Bambang Satriawan tahun 1992. Menurut Ketua Parfi Korda Garut, Rani Permata, tugu kenangan juang seperti itu yang jadi obsesi (alm) Hj Sofia semasa hidupnya. Almarhumah berhasrat membangun tugu kenangan semasa gerilya bersama (alm) Kapt Edi Endang, yang gugur di Desa Samida, Kecamatan Selaawi.
Dalam beberapakali pertemuan dengan Sekretaris Parfi Korda Garut,Sofia selalu mengungkapkan keinginannya itu. Bahkan, Sofia menginginkan untuk membangun tugu juang itu di Kampung Cibungur, Desa Samida, tempat yang jadi saksi bisu atas tragedi mengenaskan suaminya, 23 Oktober 1947. -“Saya tidak pernah tahu, di mana jejak kubur Kapten Edi suami saya...” begitu pernah dituturkan Sofia, saat berbincang di wisma Ciumbuleuit, Bandung (1981).
Kesaksian dari (alm) HE Rustama Danuwiria (mantan Ketua DPRD Garut 1977-1982), menuturkan, Kapt Edi Endang tahun 1947 itu memimpin pasukan Whirrkrys II, dalam Komando Keamanan Daerah (KKD) di Priangan. Musuh menggempur kubu pasukan pejuang, yang bermarkas di rumah S Wiratmadja, wedana penentang Belanda. Rumah yang berada di Kampung Sangojar itu pula, sebagai tempat tinggal Edi Endang dan Sofia.
Terkabar, Kapt Edi Endang disergap musuh di Cibungur. Laporan yang diterima Letnan Muda E Rustama Danuwiria menyebutkan, Kapten Edi dianiaya gerombolan tanpa batas kemanusiaan. Tubuh komandan berwajah ganteng, yang biasa patroli sambil menunggang kuda itu, diseret dan dimasukkan ke dalam keranjang bambu. Dihujani tusukkan ujung bambu runcing. Keranjang bermandikan darah itu pun dibuang ke Sungai Cimanuk....
Keranjang berisi jasad pejuang yang terapung di Sungai Cimanuk, disiram pula dengan berondongan peluru. Yaman dan Asmita, dua pejuang pembantu setia Kapt Edi Endang melacak jejak atasannya. Tetapi kedua pemuda Selaawi itu, tak pernah kembali lagi. Mereka pun gugur tanpa ditemukan jejak kuburnya. Saat revolusi mereda, Sofia bergabung dengan staf KKD bersama Rustama, hingga diamankan di rumah Hasan Dikarta di Cisaat, Kecamatan Kadungora.
Sofia pulang ke Bandung membawa lara hatinya. Berselang setahun, semua kawan seperjuangan Sofia tersentak. Tahun 1948 Sofia tampil berperan utama bersama aktor kondang (alm) Rd. Endang, dalam film “Air Mata Mengalir di Tjitaroem” karya Rustam Palindih, produksi “Tans & Wong Bross” dan “Java Industrial Pictures”. Film itu pembuka karier keartisan Sofia WD. Di balik gaung peringatan Hari Film Nasional 2011, Parfi Korda Garut berupaya agar harga kejuangan dan jasa (alm) Sofia WD, tidak terkubur putaran roda zaman **
MAFIA INSYAF, KEBERANIAN CINEAS NASIONALA MENDOBRAK PASAR
Bukan hanya film “ Mafia Insyaf “ saja yang berthemakan drama action dibuat oleh para cineas nasional. Misalnya dengan ' SerigalaTerakhir “, juga sama mengisahkan sekelompok anak gank yang sering berbuat onar dan kejahatan tanpa pandang bulu. Walau dalam penggarapannya itu masih terkesan berbau warna fil m film mandarin action yang menyuguhkan adegan brutal penuh dor doran. Film mandaripun sama, berupaya ingin merebut pasar film film keras yang selalu didominir oleh para produser film barat.
Terlepas dari semua itu, keberanian para cineas nasional membuat terobosan baru dalam menyajikan sebuah film berbau action dan dicampur dengan drama roman itu sudah sebuah kemajuan ditengah tengah kelesuan yang melanda duni per film-an nasional beberpa dekade ini. Hanya barangkali para cineas dituntut lebih piawai dalam menggarap ceritera seperti ini yang harusdipadukan dengan keahklian dibidang spesial efek untuk menyuguhkan sebuah adegan yang dapat mengundang para penonton menyaksikan film tersebut. Sebab hampir semua film film yang berthemakan action selalu memakai keahklian spesial efek untuk menggarap scene scene yang memang diharuskan penuh letusan dan kobaran api bahkan penghancuran gedung serta kendaraan.
Film Mafia Insyaf, memang belum sepenuhnya menggunakan trick trick kamera seperti layaknya film action bikinan luar. Namun, untuk alur ceritera dan adegan cationnya masih terbilang cukup bagus dan patut. Barangkali hal ini disesuaikan dengan kultur kita.
Film Mafia Insyaf, berkisah jatuh cintanya seorang anggota mafia kepada seorang polwan yang bertugas dibagian reserse menyelediki dan melakukan penangkapan para penjahat. Singkat kisahnya, Kendra( diperankan Tora Sudiro ) merupakan pewaris tahta ketua gank Macan Polkadot. Bersama denganBabe ( Jaja Miharja) dan ke dua adiknya Romi ( Ferry Ardiansyah) dan Jodi ( Kiran Sindhu).
Babe yang merupakan tokoh Mafia tersebut, tentu saja mengharapkan Kendra agar segera menikah karena merupakan anak sulung sebagai penerus tehta kerajaan mafia. Kendra bukan tiak mengerti dengan keinginan sang ayahnya itu, tetapi ia sendiri mempunyai alasan tersendiri mengenai hal yang satu itu, yakni setelah mengalami kehilangan kekasih lamanya, Selfi, membuatnya selalu enggan untuk mempunyai pacar. Bukan hanya sebatas Babe yang selalu pusing dengan Kendra agar segera memiliki calon isteri tersebut, tetapi Bejo ( Zaki Zimah ) asisten Kendra pun sama, sulit untuk mencarikan pacar bagi bosnya itu karena setiap ada selalu ditolak.
Begitulah komplik cerita ini mulai digarap, yaitu secara tidak sengaja Kendra bertemu dengan Selma ( Atiqah Hasiholan), yang belakang diketahui sebagai komisaris polisi yang bertugas di bagian reserse. Gadis cantik yang selalu melakukan penyamaran dalamsetiap melaksanakan tugasnya ini, ternyata membuat Kendra jatuh hati. Alasannya, Selma memang benar mirip Seli. Awal pertemuan, ketika Selma disaat menjalankan tugasnya tiba tiba dikejar gank kampak Ungu, yang merupakan musuh bebuyutan gank Macan Polkadot. Hubungan Kendra dengan Selma menjadi dekat. Disisni pembuat ceritera memiripkan dengan kisah pasangan suami isteri yang sama sama agen rahasia yang tengah bertugas dan satu sama lain menyembunyikan identitas, pada sebuah film roman action bikinan Hollywood . begitu pula dengan Mafia Insyaf, sama keduanya mengaku lain propesi. Kendra mengaku bekerja di yayasan sosial, begitu pula Selma sebagai PNS. Inti klimaks ceritera , akhirnya kedok mereka terbongkar, ketika Kendra harus berhadapan dengan hukum karena satu kasus perkelahian antar mafia. Kedua adik Kendra dikabarkan di culik kelompok gank kampak ungu yang dipimpin ( Indah kalalo). Selam terpaksa menangkap Kendra yang kemudian dihadapkan ke meja hijau bersama kedua adiknya yang memang sama sekali tidak diculik. Perbuatan itu disengaja oleh Boby sebagai jaksa penuntut umum agar mafia itu masuk penjara.
Kendra akhirnya bebas setelah diketahui semua kejadian perkelahian itu memang perangkap yang dilakukan oleh Bobi dan fakta itu berhasil terungkap setelah Mey mencoba mengambil rekaman kejadian perang gank tersebut dari tangan Roy kaki tangan Bobi. Kendra bersumpah dihadapan Selma, ia akan bertobat dan kembali ke jalan benar.- muller dari berbagai sumber di tulis kembali , Cang Anwar.-****
Posted in: Movie


05.26
MULLER Information center


