This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
Selasa, 05 April 2011
DUGAAN KORUPSI DI RSU dr. SLAMET GARUT MULAI TERKUAK
Sedikit demi sedikit, sepertinya "penyakit" menejemen di tubuh Rumah Sakit dr. Slamet Garut mulai terkuak. Kamis, (3/3) lalu, bekas bendaharanya berinisial "DM" di jemput paksa oleh penyidik Kejaksaan Negeri Garut, dan langsung dijebloskan ke penjara.
DM resmi menjadi tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut, setelah dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana pengadaan alat tulis kantor (ATK), barang cetak dan alat kebersihan di lingkungan Rumah Sakit Umum (RSU) dr. Slamet tahun anggaran 2008.
Dalam keterangannya kepada pers, Kasi Intelejen Kejari Garut, Koswara, didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Edward menjelaskan, dari pemeriksaan yang dilakukan pihaknya dalam waktu cukup lama, akhirnya diperoleh bukti-bukti keterlibatan tersangka dalam kasus ini.
Adapun kerugian negara yang timbul akibat perbuatan tersangka mencapai Rp 2 miliar. "Tersangka kami tahan, dan ini telah sesuai dengan pasal 21 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP-Red), dimana dua alat bukti telah terpenuhi. Alasan lainnya dilakukan penahanan terhadap tersangka, karena kami khawatir tersangka kabur dan menghilangkan barang bukti,” ujar Koswara yang ditemui usai mengantarkan tersangka ke Lapas Klas II B Garut, Kamis (3/3).
Secara kronologis, kata Koswara, dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan tersangka, yakni tidak melakukan proses tender lelang dalam pengadaan barang tersebut. Saat itu pengerjaannya malah dilaksanakan secara langsung oleh koperasi pegawai yang ketuanya dijabat oleh salah seorang pejabat rumah sakit juga.
Perbuatan itu menurut Koswara, bertentangan dengan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa. "Selain meyalahi prosedur dalam pelaksanaannya, pihak rumah sakit juga tidak sepenuhnya membelanjakan dana yang telah dianggarkan. Pihak koperasi hanya menerima sebagian dana dari jumlah yang telah dianggarkan. Sehingga kebutuhan barang cetak, alat tulis kantor dan alat kebersihan tidak semuanya terpenuhi," tambah Koswara.
Sementara itu Edwar menambahkan, akibat perbuatan tersangka, dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), ditemukan kerugian negara sebesar Rp 2 miliar 50 juta dari pagu anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp 3 miliar. Uang sebesar Rp 2 miliar tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan keberadaan dan penggunaannya.
Seperti lazimnya kasus korupsi, "D" tentu tidak mungkin melakukan perbuatan tercela itu sendirian. Dari banyak kasus yang terjadi, korupsi selalu dilakukan secara berjamaah. Karenanya, kemungkinan kuat akan segera menyusul nasib "DM" menjadi pesakitan tak di tampik oleh Tim Penyidik Kejari Garut.
Kejari Garut menyatakan, selain "DM", masih ada dua pejabat di lingkungan RSU dr. Slamet Garut yang diduga kuat ikut terlibat dalam kasus tersebut. "Tunggu saja, sebebtar lagi kita juga akan menetapkan dua tersangka lainnya dalam kasus yang sama. Mereka juga kemungkinan akan menyusul tersangka "DM" yang telah kita titipkan ke Lapas sambil menunggu proses persidangan," ungkap Edwar.
Edwar menambahkan, penahanan terhadap tersangka di Lapas Garut hanya dilakukan selama menunggu proses persidangan. Karena ini merupakan kasus Tipikor, maka persidangan akan dilakukan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) di Bandung. "Selama proses persidangan berlangsung dan pasca penetapan vonis, tersangka akan dipindahkan ke Lapas Sukamiskin Bandung," tandas Edwar.
Aroma dugaan kasus korupsi di lingkungan RS. dr. Slamet itu sebenarnya sudah cukup lama tercium oleh publik. Berbagai media, ketika itu gencar mengekspos dugaan korupsi tersebut. Namun, entah kenapa, baru saat ini kasus tersebut muncul dalam bentuk proses hukum, yang ditandai dengan penetapan tersangka berikut penahanannya.
Oleh sebab itu, sangat wajar jika pasca penahanan "DM" menimbulkan komentar yang beragam, baik dikalangan internal maupun eksteranal. Bahkan, dikalangan internal rumah sakit sendiri ada yang menyebutnya sebagai kelompok mafia, karena dinilai begitu kuatnya mereka melindungi diri dari perbuatannya meski sebenarnya telah diketahui oleh banyak orang.
"Sebenarnya kita sudah lama muak dengan mereka itu. Mereka terlalu berkuasa disini, karena merasa punya kedekatan dengan aparat hukum dan para pejabat, sehingga selama ini mereka aman aman saja," ujar seorang karyawan yang enggan disebut namanya, karena alasan keamanan dia bekerja, sambil menyebut beberapa nama pejabat elit Rumah Sakit yang disebut sebagai jaringan mafia korupsi tersebut.
Dampak lain yang ditimbulkan akibat proses hukum kasus dugaan korupsi tersebut, sejumlah pejabat dilingkungan rumah sakit mengaku resah. Bahkan ada beberapa diantaranya yang berencana memilih mengundurkan diri, karena takut terperosok dalam "lubang" kasus yang sama.
Terjadinya keresahan di kalangan pejabat Rumah Sakit dr. Slamet juga diakui Sekda Garut, H. Iman Alirahman, SH, M.Si. Menurutnya, adanya keresahan di kalangan mereka, karena banyak pejabat yang dipanggil untuk diperiksa atau dimintai keterangan oleh pihak penyidik, baik polisi maupun kejaksaan. Hal ni pulalah yang mengakibatkan sejumlah pejabat di lingkungan RSU yang berencana untuk mengundurkan diri akhir-akhir ini.
Terkait hal itu, Iman mengaku sudah melakukan pertemuan dengan para pejabat struktural di lingkungan RS. dr Slamet. "Inti pertemuan, berkaitan dengan adanya pemanggilan atau pemeriksaan yang dilakukan pihak penyidik terhadap sejumlah pejabat RSU, saya sampaikan bahwa hal itu bukan hal yang luar biasa dan perlu ditakutkan. Hal tersebut bukan hanya bisa dialami orang yang bersalah tapi bisa menimpa siapa saja," tutur Iman.
Iman meyakinkan keapada para pejabat struktural di lingkungan RSU, tidak selamanya pejabat yang dipanggil dan dimintai keterangan oleh penyidik menandakan bahwa pejabat tersebut bersalah. Pemanggilan terhadap pejabat, bisa saja hanya sebatas permintaan keterangan untuk melengkapi bahan pihak penyidik.
Dia juga berharap, penanganan kasus dugaan korupsi di lingkungan RS. dr. Slamet Garut bisa segera selesai. Selama ini proses permintaan keterangan terhadap pejabat di lingkungan RSU oleh pihak penyidik sudah cukup menyita banyak waktu dan tenaga serta meresahkan para pejabat. "Untuk kelancaran pelayanan serta ketenangan para pejabat di lingkungan RSU, saya berharap proses penyelidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan RSU cepat selesai," tandasnya.
Dalam kapasitasnya selaku Sekretaris Daerah (Sekda), Iman Alirahman, berjanji, pasca ditahannya "DM" oleh pihak Kejari, Kamis (3/3) lalu, tidak akan berpengaruh terhadap mutu pelayanan RSU. Hal ini menurutnya, karena saat dilakukan penahanan oleh Kejari, "DM" sudah tidak lagi menjabat sebagai Bendaharawan RSU, namun sudah dipindah tugaskan ke bagian Asuransi Kesehatan (Askes). Demikian juga dengan kemungkinan tersangka lain, kata Iman, mereka sudah tidak menduduki posisi penting di lingkungan RS. dr Slamet.
"Dulu dia (DM-Red) memang sebagai Bendaharawan RSU dr. Slamet Garut, namun setelah beberapa waktu lalu ada pemeriksaan, dia kemudian dipindahtugaskan ke bagian Askes. Jadi saya yakin, penahanan terhadapnya tidak akan mempengaruhi fungsi pelayanan dan tugas-tugas RSU," ujar Iman, Minggu (6/3).
Dimintai tanggapanya tentang kemungkinan pemberian bantuan hukum dari pihak Pemkab Garut terhadap para DM dan juga dua tersangka lainnya, Iman mengaku sebenarnya pihaknya ingin mengupayakannya. Namun, kata dia, biasanya pada kasus-kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) seperti yang dituduhkan terhadap DM dan dua mantan pejabat RSU lainnya tersebut, bantuan hukum langsung dilakukan oleh yang bersangkutan dengan melibatkan pengacara.
"Biasanya, untuk kasus tipikor, bantuan hukum tidak melibatkan pihak pemerintah," imbuh Iman yang saat itu didampingi Kabag Informatka Setda Garut, Drs. Dik Dik Hendrajaya, M.Si.
ALEP SANTRI KECIL INGIN BISA MENGHILANG
KISAH AJENGAN ALEP DICULIK JIN
BAGIAN SATU (1)
Para pembaca yang budiman, rasanya sangat keterlaluan apabila kisah msiteri hanya disajikan satu rubrik. Oleh karena itu berdasarkan hasil rapat redaksi, diputuskan agar tambahan rubrik misteri ini dengan kisah agak lain yang dipandang menarik untuk disajikan kepada para pembaca. Redaktur khusus yang memegang rubrik misteri ini mencoba menelusuri tentang peristiwa aneh yang menimpa warga Garut dan berbau misteri tapi tidak menyimpang dari Agama Islam. Tujuannya bukan hanya sebatas menyajikan kisah misteri yang dianggap aneh dan berdecak kagum, tetapi makna lebih dalam tujuannya agar manusia untuk lebih mendalami tentang arti hidup ini. Intinya, kisah yang dijasikan kepada Anda ini untuk lebih menguatkan keimanan kita terhadap Alloh SWT.
Sebelumnya, dari jajaran redaktur Majalah Umum & celuller MULER, tak lupa mengucapkan terimakasih kepada Bapak KH Alep yang telah menerima rombongan dari MULLER secara baik dan bersedia pula membeberkan kisah diculik jin untuk kemudian dimuat oleh Majalah ini. Semoga atas kebaikan Bapak KH Alep ini menjadikan sebuah pendorong kepada kita untuk lebih meningkatkan keimanan. Kisah ini ditulis kembali oleh redaktur senior, Cang Anwar.Selamet membaca. Redaksi.
Seperti biasa apabila memasuki bulan suci ramadhan setiap pondok pesantren selalu mengadakan pengajian dalam upaya untuk meningkatkan ibadah kepada Alloh SWT. Begitu pula dengan pondok pesantren Keresek sama dengan pesantren lain. Malah ada lebihnya, yaitu melibatkan warga setempat yang ingin mengaji di pesantren untuk mengisi waktu sambil meningkatkan ibadah di bulan suci. Kalau istilah sekarang yaitu pesantren kilat. Alep yang memang bukan peserta pesantren kilat, tetapi santri yang benar benar tengah memperdalam agama Islam di Ponpes Keresek tersebut bersama puluhan santri lainnya yang berasal dari sejumlah daerah di Jawa Barat.
Sehabis shalat tarawih, pelajaran dilanjutkan kepada masalah pendalaman agama yang bersumber dari beberapa kitab. Malah disaat itu sesepuh pondok pesantren sempat menerangkan ada amalan yang intinya bisa memasuki dunia lain yakni alam jin . Namun amalan atau do'a yang bias memasuki alam jin tersebut oleh sesepuh pesantren tidak diajarkan secara sebagai pelajaran pokok saat itu. Para santri yang mengikuti pelajaran mengaji tambahan itu semuanya serius ketika mendengarkan ceramah tentang keagamaan tersebut. Namun bagi Alep yang saat itu baru menginjak usia belasan tahun dan termasuk santri paling kecil, nampaknya sangat ter;pikat dengan amalan tersebut. Malah ia secara sengaja mencoba membacanya tanpa sepengetahuan sesepuh pondok. Karena Alep termasuk salah satu santri paling cerdas, walaupun hanya sekilas tetapi ia cepat hapal. Sehingga saking rasa penasarannya, Alep tanpa terasa terus membacanya hampir setiap saat.
Tersebutlah pada satu malam sehabis shalat tarawih dan kegiatan mengaji, Alep secra tiba tiba ia ingin pulang ke kampung halamannya. Keinginan untuk pulang nampaknya tidak bisa dibendung, walau sudah malam sekitar pukul 21.00, ia tetap bersikeras dalam hatinya ingin bertemu dengan kedua orang tuanya. Padahal bila diukur perjalanan waktu ke rumah orang tuanya itu akan menghabiskan sekitar dua jam an. Itu bila menggunakan kendaraan seperti delman. Sedang saat itu malam hampir larut dan tidak ada satupun kendaraan yang beroperasi. Apalagi harus ke daerah Sukamaju yang letaknya persis di kaki gunung sangat jauh dari jalan protokol. Tapi begitulah, Alep, hatinya keras ingin sekali pulang. Sehingga akhirnya memutuskan untuk pulang walau harus jalan kaki. Alep meninggalkan pondok pesantren tanpa terlebih dahulu meminta ijin kepada sesepuh pondok. Untuk empercepat perjalanan, Alep sengaja memakai jalan melewati rel kereta api. Namun, biarpun sedang berjalan kaki, ia tidak pernah berhenti membaca do'a yang bias memamuki alam gaib tersebut tanpa terkecuali. Ia sambil berjalan melintasi rel kereta api tersebut, terus tanpa menghiraukan sekelilingnya. Sehingga tanpa terasa, Alep merasakan sudah sampai di rumah orang tuanya. Padahal bila diukur waktu sebenarnya, akansangat mustahil jarak tempuh yang cukup jauh dengan melewati kawasan hutan dikaki gunung itu bias dilalui dengan sekejap. Karena pas dia sampai malah tanpa terasa langsung mauk ke dalam rumahnya , Alep melihat kedua orang tuanya belum tidur baru saja pulang dari mesjid sehabis shalat tarawih. Nampak kedua orang tuanya itu tengah ngobrol dikamar membicarakan anaknya yang semata wayang itu sudah lama belum pulang kampung. Karena biasanya hampir setiap dua minggu selalu ijin untuk pulang.
Kedua orang tunya merasa khawatir, sebab sebelumnya Alep pernah meminta kepada mereka agar dibelikan celana panjang baru. Mereka curiga anaknya itu “ pundung “, sehingga tidak mau pulang. Sementara Alep yang sudah berada di hadapan mereka, nampaknya seperti diacuhkan. Malah ketika disapa dan dipegang lengan ibunya, ia sama sekali tidak bergeming malah seolah olah tidak mengetahuinya sama sekali. Alep makin penasaran, ia mengulangi perbuatannya itu berkali kali, tetapi kedua orang tuanya tetap tidak menghiraukannya sama sekali. Akhirnya Alep memutuskan untuk pulang kembali ke Keresek dari pada harus terus menunggu orang tuanya sadar. Alep keluar rumahnya tanpa kesulitan. Baik ketika masuk maupun keluar sebab pintu itu tetap dalam keadaan terkuncil dari dalam. Hanya kondisi tersebut sama sekali tidak disadari oleh Alep, adanya keanehan dalam dirinya.
Malah disaat pulang pun terasanya begitu cepat. Ia sampai ke pondok pesantrennya dalam waktu singkat , karena para santri teman satu kobongnya masih belum tidursebagian masih ada yang tengah ngobrol dengan temannya. Alep karena masih merasa dongkol terhadap kedua orang tuanya, ia pas sampai ke kobong itu sama sekali tidak ikutan ngobrol dengan yang lainnya, tetapi malah terus masuk kamar dan tidur.- ***
Posted in: ProfileMENYIKAPI GARUT 2011 PENGUATAN EKONOMI DARI SEKTOR PERTANIAN
Secara nasional perkembangan perekonomian dewasa ini cenderung kurang siginpikan. Hampir di semua daerah mengalami kelesuan. Hal itu terjadi dampak dari krisis moneter yang berkepanjangan. Beberapa tahun kebelakang banyak perusahaan yang terpaksa melaklukan PHK terhadap karyawannya karena perusahaannya cenderung merugi. Begitu pula yang terjadi di Kabupaten Garut, perkembangan perekonomian di masyarakat tidak jauh berbeda dengan kota kota lainnya. Memasuki awal tahun 2011 Pemerintah Kabupaten Garut mencoba membuat sebuah terobosan baru, yaitu dengan konsep “ Penguatan infrastruktur Wilayah Terhadap Aksebilitas Pengembangan Potensi Ekonomi Disertai Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik “. Konsep ini diharapkan bisa mendukung arah pembangunanKabupaten Garut di 2011 kedepan.
“ Seluruh program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2011 secara langsung maupun tidak langsung, diarahkan untuk mendukung tema tersebut “, kata Kepala Bagian Informatika Pemkab Garut Drs. Dikdik Hendrajaya MSi.
Dalam upaya mewujudkan tema pembangunan tersebut, dirumuskan 10 isu strategis dan 26 Prioritas Pembangunan yaitu, peningkatan kualitas pendidikan. Diprioritaskan pada penuntasan wajar dikdas 9 tahun tuntas paripurna dan pencanangan wajar 12 tahun. Peningkatan partisipasi sekolah pada semua jenjang dan jalur pendidikan; Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan pada semua jenjang dan jalur pendidikan; Pemberdayaan pemuda dan peningkatan prestasi olah raga; dan Peningkatan partisipasi SMK.
Sedangkan dalam Peningkatan Kualitas Kesehatan diprioritaskan pada pemantapan kualitas tenaga dan fasilitas kesehatan dalam melakukan pelayananan kesehatan masyarakat; Intensifikasi penyuluhan, pelayanan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi; Implementasi kesetaraan gender dan peran pemuda dalam proses pembangunan. Untuk Peningkatan Sosio Ekonomi Masyarakat diprioritaskan pada peningkatan daya beli masyarakat.
Isu lainnya yang menjadi prioritas Saing Usaha dan Nilai Tambah Produk Lokal, diprioritaskan pada pembangunan Pusat Informasi Potensi, Produksi dan Pasar serta peningkatan pembangunan lainnya yaitu berbentuk peningkatan daya nilai tambah dan daya saing produk lokal. Disektor Pariwisata Pengembangan Budaya Daerah serta Menggali Potensi Wisata, di Kabupaten Garut belum sepenuhnya tergali, sehingga untuk mendukungnya diprioritaskan pada peningkatan daya tarik pariwisata.
Meseki demikian, Kabupaten Garut dengan jumlah penduduk sekitar 2,4 juta jiwa masih menyandang julukan sebaghai daerah tertinggal, hal ini tidak terlepas dari kondisi masyarakat yang berbalut kemiskinan. Maka Penanggulangan Kemiskinan menjadi upaya nyata nantinya mengubah image sebagai daerah tertinggal. Penanggulangan kemiskinan ini diprioritaskan pada peningkatan pelayanan dan pemberdayaan fakir miskin, KAT, dan PMKS lainnya; Implementasi pemahaman nilai-nilai Agama, budaya dan kearifan lokal melalui keluarga; serta meningkatnya jumlah tenaga kerja yang bersertifikasi.
Peningkatan Kinerja Aparatur dan Kualitas Pelayanan Publik sebagai upaya menjawab tuntutan masyarakat saat ini, tahun ini diprioritaskan pada profesionalisme aparatur untuk mewujudkan pemerintahan daerah yang akuntabel; perwujudan pelayanan prima bagi masyarakat; serta menata sistem pengawasan internal pemerintah.
Di bidang lingkungan, Pemkab Garut melalui isu Peningkatan Kualitas Lingkungan dan Penanganan Bencana akan diprioritaskan pada pengurangan risiko bencana, percepatan penanganan korban manusia dan penanggulangan akibat bencana serta pelestarian dan perluasan kawasan lindung.
Guna mendukung suskesnya program tersebut isu ketersediaan dan kualitas Infrastruktur Wilayah pun akan diprioritaskan pada pengembangan infrastruktur jalan dan jembatan, pengembangan infrastruktur perumahan dan permukiman, pengembangan infrastruktur sumberdaya air dan irigasi, pengembangan infrastruktur perhubungan, dan penanganan infrastruktur wilayah akibat bencana;
Isu lain yang menjadi perhatian serius pemerintah berupa pemenuhan kebutuhan energi berkelanjutan. Hal ini diprioritaskan pada pengembangan energi alternatif dan listrik perdesaan, serta infrastruktur penyedia air baku.
“ Konsep ini bukan hanya cita-cita pemerintah saja, namun mesti didukung seluruh komponen masyarakat, karena bukan tidak mungkin, selangkah menuju dua abad, Kabupaten Garut akan semakin memberikan daya pesona bagi mata dunia, seperti julukan Swiss Van Java yang kerap terngiang di telinga kita “, tegas Dikdik..
Secara umum, Kabupaten Garut merupakan wilayah yang dinamis, berbagai dinamika pembangunan terus berlangsung baik bidang politik, ekonomi, sosial maupun budaya, sehingga berbagai perkembangan hampir terjadi pada semua sektor.
Secara administratif, sampai saat ini Kabupaten Garut mempunyai jumlah kecamatan sebanyak 42 kecamatan, 21 kelurahan dan 403 desa, dengan luas wilayah 306.519 Ha. Kecamatan Cibalong,mempunyai wilayah terluas mencapai 6,97% dari wilayah keseluruhan yang ada,yaitu seluas 21.359 Ha, sedangkan kecamatan Kersamanah merupakan wilayah terkecil dengan luas 1.650 Ha atau 0,54%.
Sebagai Kabupaten yang mempunyai wilayah cukup luas, tentu saja tidak terlepas dari permasalahan intern maupun ekstern dalam penyelenggaraan pemerintahannya. Dengan segala kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang ada, berusaha untuk menerapkan arah kebijakan pembangunan dan strategi yang tepat. Maksudnya, bertekad untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Kabupaten Garut, beriklim tropis basah (humid tropical climate), dimana menurut hasil studi data sekunder, iklim dan cuaca itu dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu pola sirkulasi angin musiman (monsoonal circulation pattem), topografi regional yang bergunung-gunung di bagian tengah Jawa Barat, dan elevasi topografi dengan curah hujan rata-rata setiap tahun berkisar antara 2.589 mm dengan bulan basah 9 bulan berturut-turut dan bulan kering berkisar 3 bulan berturut-turut, sedangkan di sekelilingnya terdapat daerah pengunungan dengan ketinggian mencapai 3.500-4.000 meter di atas permukaan laut dengan variasi temperatur bulanan berkisar antara 240C - 270 C. Denga kondisi iklim seperti itu, sampai 2010 kemarin, sektor andalan yang memberi sumbangan terbesar didominasi dari Pertanian. Karena pada 2010 sektor pertanian diproyeksikan memberikan sumbangan nilai tambah mencapai sebesar Rp.11,379 trilyun (angka sangat sementara) yang dihitung atas dasar harga berlaku dan sebesar Rp.5,108 trilyun (angka sangat sementara) yang dihitung atas dasar harga konstan tahun 2000. Apabila diperbandingkan atas dasar harga berlaku terhadap tahun 2009, terjadi peningkatan sebesar Rp.1,143 trilyun, dimana pada tahun 2009 diperoleh sebesar Rp.10,236 trilyun (Angka Perbaikan). Selanjutnya apabila diperbandingkan atas dasar harga konstan tahun 2000, pada periode 2009-2010 terdapat peningkatan sebesar Rp.241,245 milyar, dimana pada tahun 2009 diperoleh sebesar Rp.4,867 trilyun (Angka Perbaikan). Dalam kurun waktu 2005-2010, sektor pertanian diproyeksikan mengalami peningkatan sumbangan nilai tambah atas dasar harga berlaku sebesar Rp.4,524 Trilyun (angka sangat sementara) dari sebesar Rp.6,855 trilyun (Angka Perbaikan) pada 2005, sementara atas dasar harga konstan diproyeksikan meningkat sebesar Rp.834,722 milyar dari sebesar Rp.4,273 trilyun (Angka Perbaikan) pada 2005. Kondisi tersebut dapat dipahami, mengingat sektor pertanian saat ini menyerap lapangan kerja terbesar di Kabupaten Garut.
Memang, Kabupaten Garut masih mengandalkan sektor pertanian sebagai penggerak perekonomian masyarakat, terlihat dari kontribusi sektor ini terhadap perekonomian, yaitu masih sebagai penyumbang tertinggi. Pada 2009 kontribusi sektor pertanian diproyeksikan sebesar 46,09% lebih tinggi bila dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Sektor ini telah berperan besar dalam pembangunan Kabupaten Garut, baik peran langsung terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), penyediaan lapangan kerja, sumber pendapatan masyarakat, dan penciptaan ketahanan pangan, maupun peran tidak langsung melalui penciptaan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan dan hubungan sinergis dengan subsektor dan sektor lainnya.
Pada sektor pertanian (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan), beberapa komoditas dapat dikatagorikan sebagai komoditi unggulan dan prospektif. Saat ini pengembangan agribisnis komoditas unggulan muncul menjadi salah satu alternatif peluang investasi dalam pembangunan sektor pertanian. Mengemukanya fenomena tersebut dalam konteks perencanaan wilayah dan otonomi daerah, terjadi karena pendekatan tersebut diyakini dan telah teruji sebagai model yang layak dikembangkan menuju pertanian yang tangguh, khususnya dalam peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat petani, serta pendapatan asli daerah.

Sasaran pembangunan pertanian Kabupaten Garut ditetapkan berdasarkan program revitalisasi pertanian, meliputi kegiatan peningkatan ketahanan pangan, pengembangan agribisnis, dan peningkatan kesejahteraan petani. Sedangkan sasaran yang ingin dicapai adanya usaha di sektor hulu usaha tani (on farm), hilir (agroindustri) dan usaha penunjang lainnya, peningkatan pertumbuhan PDRB sektor pertanian, peningkatan ekspor produk pertanian segar maupun olahan, peningkatan kapasitas dan posisi tawar petani, penguatan kelembagaan petani, peningkatan akses petani terhadap sumberdaya produktif; dan peningkatan pendapatan petani.
Unngglan daerah ini di bidang agribisnis padi sawah, salah satunya adalah beras, sebagai komoditas strategis berperan penting dalam perekonomian dan ketahanan pangan nasional, dan menjadi basis utama dalam revitalisasi pertanian kedepan. Sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk, kebutuhan beras di Kabupaten Garut diproyeksikan masih terus akan meningkat, produksi padi 2010 diproyeksikan sebesar 770.409 ton GKG. Realisasi produksi padi tahun 2010 mencapai 918.735 ton GKG atau naik sebesar 14,21 % bila dibandingkan dengan realisasi 2009 (804.457 ton GKG).
Pemerintah berkeinginan mempertahankan swasembada beras secara berkelanjutan. Peningkatan produktivitas padi 5,03 % per tahun dengan indeks panen 1,52 diperkirakan dapat mempertahankan swasembada beras hingga 2014. Untuk mencapai sasaran tersebut Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah dan akan menghasilkan varietas unggul padi hibrida dan padi tipe baru. Varietas-varietas unggul yang berdaya hasil tinggi ini diharapkan dapat diaktualisasikan potensi genetiknya melalui pengembangan teknologi budi daya dengan pendekatan Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu (PTT)..- Muller/cang anwar.-***
PANGERAN DAN PUTRI JIN BERUBAH WUJUD MENJADI ULAR HITAM
SERIAL JIN KERESEK
Bagian satu (1)
Para pembaca yang budiman, pelengkap bacaan Anda di majalah umum Muller ini, kami sajikan pula kisah misteri yang berdasarkan kisah nyata dialami oleh sesepuh dan para santri di pondok pesantren Keresek di kawasan Kecamatan Cibatu Garut. Memang ini kisah lama yang terjadi sekitar tahun 1920-an, tetapi saat ini kadangkala sisa-sisa dari adanya kunjungan jin ke pondok pesantren Keresek tersebut kerap kali terjadi. Namun hal itu kini tidak dianggap apa- apa oleh para sesepuh pesantren maupun santrinya, dianggap hal biasa. Kami dari rengrengan redaksi sebelum menuturkan kisah ini secara lengkap ke kehadapan Anda, terlebih dahulu mengucapkan terimakasih kepada Almarhum Mama Ajengan KH.Drs Hassan Basri, sebelum Mama ajengan ini meninggalkan kita selama lamanya telah memberikan buku hasil tulisannya yang merupakan pengalaman berharga yaitu adanya gangguan dari puteri jin terhadap orang tuanya dan para santri di ponpes Keresek, yang kemudian memberikan ijin pula untuk dipublikasikan ke masyarakat secara luas. Tentu saja dari rengrengan redatur dan unsur pimpinan majalah umum dan selluler Muller ini, berdo'a kepada Alloh SWT semoga Mama ajengan KH Drs. Hassan Basri diterima iman islamnya dan mendapat tempat yang layak disisiNya. Kisah gangguan puteri jin ini ditulis kembali oleh redaktur senior, Cang Anwar. Yang tentu saja dalam penyajiannya itu disesuaikan dengan kaidah penulisan sebuah artikel hiburan yang ada penambahan dibeberapa bagian agar para pembaca bisa mengikutinya dengan mudah. Maklum tulisan aslinya semuanya menggunakan bahasa sunda. Harapan kami semoga tidak mengecewakan dan selamat membaca. Redaksi.-
Para pembaca yang budiman, kisah ini diawali pada satu magrib disebuah sudut bangunan tempat para santri belajar mengaji dan sekaligus memperdalam ilmu Agama Islam di Pondok pesantren Keresek. Sementara yang membimbing para santri disaat mengaji dan belajarnya itu Mama kasepuhan KH Oco Busro ( ayahanda alm.KH Hassan Basri). Seperti biasa disebuah pondok pesantren layaknya, para santri baik laki laki maupun perempuan, semuanya serius belajar mengaji. Apalagi waktu itu bulan suci Ramadhan yang merupakan bulan khusu untuk belajar agama karena disebut dengan bulan penuh barokah. Dari mulai belajar mengaji kitab suci Al Qur'an hingga kemasalah lainnya semua santri tekun dan tidak ada seorangpun yang nakal seperti layaknya santri. Begitu pula dengan Mama Ajengan, sama menuntun para santri disaat belajar mengaji Al Qur'an tersebut penuh dengan kasih saying agar para santri belajar mengaji dan memperdalam ilmu agama Islam itu tidak sia sia tetapi benar benar bermanfaat serta ada hasilnya kelak disaat para santri itu diterjunkan ke masyarakat untuk menyebarkan kembali ilmu agama tersebut. Para santri dan Mama Ajengan malam itu sengaja mengambil tempat di mesjid agar mereka bias langsung tarawihan. Mesjid yang ada di komplek pesanren Keresek tersebut, terbilang cukup besar dan biasa dipakai kegiatan agama oleh pesantren atau masyarakat setempat disaat melaksanakan sholat Jum'at.
Sementara dibagian lain disudut lingkungan pondok pesantren, tersebutlah dua mahluk Allah yang tidak sama dengan kita yaitu jin tengah melakukan perjalanan jauh dari negeri asalnya kerajaan Jin Habsi yang terletak di kawasan Timur Tengah. Konon menurut pengakuan puteri jin, kedua mahluk itu tengah melaksanakan bulan madu, karena jin ini merupakan pasangan suami isteri yang baru saja menikah , selain itu mereka dikenal sebagai pangeran dan puteri jin. Sebab kedua mahluk ciptaan Alloh SWT ini merupakan anak raja di negerinya yang oleh kedua orang tuanya dijodohkan antara putera mahkota sebuah kerajaan jin pula dinikahkan dengan sang puteri yang sama sama dari keturunan raja Jin yang belakangan dikenal naman negeri sang puteri jin itu Habsi. Sedang sang puteri jin tersebut sempat mengenalkan diri dengan nama “Siti Qolbuniah”. Layaknya pasangan pengantin baru, dikalangan jin juga sama ingin melaksanakan bulan madu. Apalagi ini berasal dari keluarga kerajaan yang sudah pasti kaya dan semuanya bisa terwujud tanpa harus susah dan sulit mencari biaya. Begitu pula dengan kedua pengantin baru ini, dalam melakukan perjalanan bulan madunya itu tidak kepalang tanggung berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, mereka sampai ke tanah Jawa. Di tanah ini yang saat itu masih dalam cengkraman penjajah colonial Belanda, mereka berkeliling dari satu daerah ke kawasan lain. Hanya yang menjadi sasaran dalam perjalanannya itu mereka bukan hotel atau obyek wisata yang ditujunya tetapi pesantren. Entah untuk kebeberapa hari, secara tiba tiba puteri dan pangeran jin ini sampai ke kawasan Cibatu pasnya blok Keresek. Mereka sangat tertarik ketika mendengar alunan suara orang tengah mengaji Al Qur'an yang begitu merdu dan sangat menggugah. Mungkin dikarenakan sama sama muslim, mereka jadi jadi terpikat ingin melihat dari dekat. Kehadiran sang puteri dan pangeran jin ini, memang tidak ada yang tahu baik disaat dalam perjalanan maupun ketika mencari tempat dimana suara aluan yang membaca ayat suci Al Qur'an tersebut , sebab jin itu termasuk mahluk halus yang hidup dalam dunia terpisah dengan manusia. Begitu pula ketika berjalan menuju pondok pesantren Keresek, walaupun malam itu warga yang berada di sekitar pondok pesantren belum ada yang tidur akan sama sama melaksanakan sholat tarawih, sama sekali tidak terlihat oleh mata telanjang. Selang beberapa saat mereka sampai di mulut gerbang pondok pesantren. Keinginan hati untuk melihat secara lebih dekat dengan pelantun kalam Ilahi itu membuat pasangan suami isteri tersebut makin penasaran. Malah saking ingin tahunya kedua mahluk halus ini ingin sama sama satu lingkungan dengan para santri yang tengah belajar mengaji tersebut. Jin memang oleh Alloh SWT diberi kelebihan dalam hal lain, yaiyu bisa merubah wujud mereka sekehandak hatinya. Begitu pula dengan pasangan pengantin baru ini, untuk bisa bersatu diruangan yang sama, dia berpikir untuk merubah wujud karena dengan memakai ujud seperti biasanya sulit untuk menembus alam manusia. Entah apa yang menjadi dasar pemilihanya dalam hal merubah ujud tersebut, karena diputuskannya menjadi pasangan ular hitam besar. Dua jelmaan jin tersebut yang kini sudah menjadi ular hitam, terus berlenggak lenggok layaknya seekor ular sedang berjalan, memasuki semak belukar yang ada dihalaman pondok pesantren itu. Sementara para santri dan Mama ajengan KH Oco Busro sama sekali tidak tahu ada kunjungan ke pondoknya,yaitu pangeran dan puteri jin. Apalagi saat itu tengah melaksanakan sholat tarawih jadi tidak seorangpun yang keluar mesjid.
Para pembaca yang budiman, pasangan suami isteri jin ini, hanya menunggu diluar tidak bisa masuk ke dalam mesjid karena sebentar lagi sholat tarawih akan segera selesai. Begitu usai sholat, para santri berhamburan untuk pulang menuju ke kobong (tempat penampungan santri) masing masing. Namun selang beberapa saat para santri banyak yang menjerit terutama perempuan dan lari kembali ke dalam mesjid. Mereka berteriak. “ Awas ….Awas…Ada ular besar “. Mereka ketakutan karena ada dua ular yang tengah menjalar dijalan setapak yang biasa dilewati oleh para santri. Tentu saja kehadiran dua ekor ular hitam dan besar ini membuat rebut seisi pesantren, karena tidak biasanya ada ular yang menghadang perjalanan para santri baik siang maupun malam. Sehingga dengan sendirinya para santri memadati teras mesjid serta sebagian ada yang melihatnya di jendela karena saking takutnya terhadap ular tersebut. Keributan itu akhirnya diketahui oleh Mama Ajengan KH Oco Busro.- (Bersambung)***
Posted in: MisteriTEMPAT DAN BANGUNAN BERTAHAN PULUHAN TAHUN DI GARUT
Barangkali tidak banyak orang yang memperhatikan terhadap tempat atau bangunan serta kuliner sekalipun yang memang sudah berusia cukup lama mencapai puluhan tahun betah tinggal di Kota Garut, mempertahankan ciri khasnya. Tempat tempat lama ini, mungkin menjadi kenangan bagi warga Garut yang sudah berada di perantauan begitu lama serta sesekali berkunjung ke kampung halamannya di Garut menjadikan sebuah tempat kunjungan khusus yang penuh memori.
Misal, bangunan monumental Babancong, kono hanya tinggal dua di Jawa Barat ini, yaitu Garut dan Pandeglang. Bangunan peninggalan sejarah itu di Garut tetap berdiri menghadap lapang Otista dan kerap dipakai dalam satu upacara kenegaraan oleh Pemerintah daerah setempat.
Kemudian, rumah penjara yang berada pas di bagian Timur Babancong, juga sama bangunan tempat menampung orang jahat tersebut dibangun oleh pemerintahan colonial Belanda puluhan tahun lalu mungkin sudah mencapai satu abad usianya. Walau bangunan ini bagian depannya sudah tidak utuh lagi karena direnovasi oleh Departemen Kehakiman, saat itu disesuaikan dengan kebutuhan. Tetapi sebagian besar masih asli.
Gedung bioskop “ Odeon “, yang sejak puluhan tahun lalu diubah namanya menjadi Cikuray, sama merupakan bangunan lama yang peruntukannya tidak berubah yaitu gedung bioskop tempo doeloe, ketika film masih bisu. Konon berdasarkan ceritera orang tua, di gedung bioskop ini, seniman seniman local yang biasa bermain musik tersalurkan serta menjadi hajat hidup mereka sehari hari. Karena, film bisu hanya diiringi oleh musik secara “ live “ yang dibawakan oleh para seniman lokal itu. Sudah barang tentu, lagu serta iramanya harus disesuaikan dengan alur ceritera. Sementara kini keadaan gedung bioskop Odeon itu, beralih fungsi menjadi tempat futsal, billiard serta cape untuk bagian dalamnya dan luarnya sudah dijadikan took busana. Tetapi secara keseluruhan kondisi bangunan masih utuh.
Gedung Dinas Pariwisata, ini juga sama peninggalan jaman dulu, dimana asalnya sebagai tempat tinggal. Kondisi bangunan ini sama sekali tidak dirubah oleh pemerintah daerah dibiarkan seperti aslinya. Sedang penambahan bangunan baru dibuat disisi utara dan belakang. Namun pada prinsipnya gedung bersejarah ini tetap berdiri kokoh dan masih digunakan.
Tempat kuliner yang masih bertahan di Garut, diantaranya rumah makan “ Enjon “, yang kini berganti nama menjadi Wan Sa Min. Rumah makan khas sunda ini telah ada sejak jaman colonial Belanda, tetapi entah tahun berapa mulai adanya rumah makan tersebut. Karena kini pemiliknya merupakan generasi penerus yang entah pula keberapa.
Warung Soto “ Ahri “ yang terletak di sebuah gang di kawasan Jl. Mandalagiri, ini juga sama sebuah tempat makan yang konon berusianya mencapai 70 tahunan lebih. Kini pemiliknya merupakan generasi ke dua setelah almarhum H. Ahri meninggal dunia kini perusahaan tersebut diambil alih oleh puteranya H. Endang. Sajian menu dan tempat berjualannya pun tetap dipertahankan seperti aslinya, yaitu seperangkat “ tanggungan “ yang dijadikan sebagai tempat penyajian bahan makanan sayur jenis soto. Begitu pula tempatnya tidak beranjak dari asal, tetap di gang itu dengan atap dinaungi oleh kanopi serta tempat duduk untuk para pelanggan memakai bangku panjang. Sementara, alat alat masaknya pun, tetap memakai tungku arang kayu dan sama sekali tidak memakai bahan pengawet atau penyedap.
Masih di JL . Mandalagiri, yaitu tempat belanja yang berlokasi persis di pinggiran jalan rek kereta api, yaitu pasar “ dalekdok “. Entah apa namanya disebut dalekdok. Mungkin jalur jalan kecil yang dipakai tempat jualan itu tidak rata karena berbatuan sehinga berjalan tidak bisa nyaman sebab banyak sandungannya. Namun keberadaan pasar tempat membeli sayuran dan kebutuhan dapur ini, sudah lama mungkin usianya mencapai 80 tahunan lebih.
Pasar Dalekdok, walaupun berada di pusat kota, tetapi tetap tidak berubah baik kios tempat jualannya, maupun barang yang dijajakannya masih sayuran dan kebutuhan dapur. Begitu jalannya tetap sempit dan tidak diplester layaknya seperti gang gang di perkampungan. Pasar dalekdok, tetap begitu dan becek disaat hujan.-
GAGASAN PARFI KORDA GARUT HARI FILM NASIONAL 2011 DI SELAAWI
UNTUK keduakalinya, Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Korda Garut, siap menggelar peringatan Hari Film Nasional (30 Maret) di Monumen Selaawi, Kampung Cihayam, Desa Selaawi, Kecamatan Selaawi, Kab Garut. Ketua Parfi Korda Garut, Rani Permata Dicky Chandra menegaskan, kegiatan itu menjadi agenda tahunan Parfi Garut, dalam menghargai jasa dan kejuangan artis film kenamaan (alm) Sofia WD yang membekas di kawasan Garut Utara.
Insan pegiat film dan sinetron di Garut berbangga, karena Parfi Korda Garut dinilai sebagai pelopor di Indonesia, yang sejak tahun 2010 menggelar hari kesejarahan perfilman nasional di Monumen Selaawi. Karenanya, Ketua Parfi Cabang Jawa Barat, Eka Gandara WK, merencanakan hadir dalam tradisi tahunan itu. Terlebih, karena momentum penting itu bermakna besar dalam mengenang aktris yang pernah menjabat Ketua Umum PB Parfi (1971 - 1974).
Tak hanya Eka Gandara. Artis kondang Yati Surachman yang mengaku berdarah Garut, terpanggil untuk datang ke Selaawi bersama para pengurus dan anggota Parfi Korda Garut. Kebetulan pula, Yati akan berperan di film layar lebar “Blackforest Untuk Arini” karya Wawan Hermawan, yang memusatkan lokasi syutingnya di Garut, akhir Maret nanti. “Ini kehormatan besar bagi saya, untuk bisa berkunjung ke daerah kenangan Mamah di masa gerilya...”
Dengan mata membasah, Yati Surachman yang biasa menyebut Mamah untuk (alm) Sofia WD itu, mengaku baru tahu kalau aktris film tersebut memiliki kaitan historis di daerah Garut. “Saya sangat dekat sama Mamah Sofi, bahkan sambil nangis saya sempat lama memeluk jasadnya. Justru, Papa WD Mochtar yang menenangkan saya.....” kenang Yati dalam perjumpaan di Gedung KNPI Garut (27/2). Sejauh itu, Yati tak pernah mendengar cerita luka hati Sofia.
Itu dimungkinkan, karena lara hati yang menikam kehidupan Sofia, terjadi saat turut bergerilya mendampingi (alm) Kapt Edi Endang, suami pertamanya, yang gugur dalam peristiwa “Sabilillah” tahun 1947 di Kampung Cibungur, Desa Samida, Kecamatan Limbangan (waktu itu). Sepeninggal Kapt Edi Endang, Sofia berkarier film dan dikenal sebagai isteri sutradara (alm) S Waldy. Selepas kepergian S Waldy, Sofia menjadi isteri aktor (alm) WD Mochtar.
Ketua Parfi Korda Garut Rani Permata menilai, Sofia WD sebagai sebuah legenda keartisan film Indonesia, yang perjuangan dan reputasinya layak untuk dikenang. Kini, sang bintang yang pernah berjaya dan tercatat sebagai wanita sutradara film kedua di Indonesia itu terpinggirkan, di balik industri perfilman dan sinetron. Tetapi kesaksian Desa Selaawi Garut tentang kejuangan, darah, doa dan air mata Sofia, tak akan mengering tergerus putaran masa.
Semua warga Kecamatan Selaawi, Garut berbangga. Ternyata Monumen Selaawi di halaman Kantor Desa Selaawi itu, menjadi agenda kunjungan Parfi Korda Garut dalam Hari Film Nasional. Di balik monumen yang bersosok batu besar, dengan tinggi 4 meter dan lebar 2,5 meter itu, terpahat kisah kegetiran hidup seorang tokoh perfilman nasional, Sofia WD. Di depan batu, berhiaskan sebatang bambu runcing, dan simbol kibaran bendera Merah Putih. Di situ tertulis nama pejuang; Kapten Edi Endang, Yaman, Asmita dan Suwa'i.
Mengalir di Tjitaroem
Kepala Desa Selaawi, Achmad Sudayan menuturkan, monumen juang itu sengaja dibuat bersimbol batu besar dari Sungai Cimanuk, untuk mengenang jasa para pejuang kemerdekaan, yang gugur di Selaawi. Lokasi monumen pun menapaki bekas peristiwa tragis, yang merenggut nyawa (alm) Suwa'i. Pemuda pejuang itu ditembak tentara Belanda, dengan kepala dililit kain bendera Merah Putih. Di halaman kantor desa itu, Suwa'i jadi tumbal perjuangan kemerdekaan.
Monumen Selaawi yang dibangun Karang Taruna dengan swadaya warga setempat itu, diresmikan Dandim 0611/Garut Letkol (Art) Bambang Satriawan tahun 1992. Menurut Ketua Parfi Korda Garut, Rani Permata, tugu kenangan juang seperti itu yang jadi obsesi (alm) Hj Sofia semasa hidupnya. Almarhumah berhasrat membangun tugu kenangan semasa gerilya bersama (alm) Kapt Edi Endang, yang gugur di Desa Samida, Kecamatan Selaawi.
Dalam beberapakali pertemuan dengan Sekretaris Parfi Korda Garut,Sofia selalu mengungkapkan keinginannya itu. Bahkan, Sofia menginginkan untuk membangun tugu juang itu di Kampung Cibungur, Desa Samida, tempat yang jadi saksi bisu atas tragedi mengenaskan suaminya, 23 Oktober 1947. -“Saya tidak pernah tahu, di mana jejak kubur Kapten Edi suami saya...” begitu pernah dituturkan Sofia, saat berbincang di wisma Ciumbuleuit, Bandung (1981).
Kesaksian dari (alm) HE Rustama Danuwiria (mantan Ketua DPRD Garut 1977-1982), menuturkan, Kapt Edi Endang tahun 1947 itu memimpin pasukan Whirrkrys II, dalam Komando Keamanan Daerah (KKD) di Priangan. Musuh menggempur kubu pasukan pejuang, yang bermarkas di rumah S Wiratmadja, wedana penentang Belanda. Rumah yang berada di Kampung Sangojar itu pula, sebagai tempat tinggal Edi Endang dan Sofia.
Terkabar, Kapt Edi Endang disergap musuh di Cibungur. Laporan yang diterima Letnan Muda E Rustama Danuwiria menyebutkan, Kapten Edi dianiaya gerombolan tanpa batas kemanusiaan. Tubuh komandan berwajah ganteng, yang biasa patroli sambil menunggang kuda itu, diseret dan dimasukkan ke dalam keranjang bambu. Dihujani tusukkan ujung bambu runcing. Keranjang bermandikan darah itu pun dibuang ke Sungai Cimanuk....
Keranjang berisi jasad pejuang yang terapung di Sungai Cimanuk, disiram pula dengan berondongan peluru. Yaman dan Asmita, dua pejuang pembantu setia Kapt Edi Endang melacak jejak atasannya. Tetapi kedua pemuda Selaawi itu, tak pernah kembali lagi. Mereka pun gugur tanpa ditemukan jejak kuburnya. Saat revolusi mereda, Sofia bergabung dengan staf KKD bersama Rustama, hingga diamankan di rumah Hasan Dikarta di Cisaat, Kecamatan Kadungora.
Sofia pulang ke Bandung membawa lara hatinya. Berselang setahun, semua kawan seperjuangan Sofia tersentak. Tahun 1948 Sofia tampil berperan utama bersama aktor kondang (alm) Rd. Endang, dalam film “Air Mata Mengalir di Tjitaroem” karya Rustam Palindih, produksi “Tans & Wong Bross” dan “Java Industrial Pictures”. Film itu pembuka karier keartisan Sofia WD. Di balik gaung peringatan Hari Film Nasional 2011, Parfi Korda Garut berupaya agar harga kejuangan dan jasa (alm) Sofia WD, tidak terkubur putaran roda zaman **
Posted in: MovieMAFIA INSYAF, KEBERANIAN CINEAS NASIONALA MENDOBRAK PASAR
Bukan hanya film “ Mafia Insyaf “ saja yang berthemakan drama action dibuat oleh para cineas nasional. Misalnya dengan ' SerigalaTerakhir “, juga sama mengisahkan sekelompok anak gank yang sering berbuat onar dan kejahatan tanpa pandang bulu. Walau dalam penggarapannya itu masih terkesan berbau warna fil m film mandarin action yang menyuguhkan adegan brutal penuh dor doran. Film mandaripun sama, berupaya ingin merebut pasar film film keras yang selalu didominir oleh para produser film barat.
Terlepas dari semua itu, keberanian para cineas nasional membuat terobosan baru dalam menyajikan sebuah film berbau action dan dicampur dengan drama roman itu sudah sebuah kemajuan ditengah tengah kelesuan yang melanda duni per film-an nasional beberpa dekade ini. Hanya barangkali para cineas dituntut lebih piawai dalam menggarap ceritera seperti ini yang harusdipadukan dengan keahklian dibidang spesial efek untuk menyuguhkan sebuah adegan yang dapat mengundang para penonton menyaksikan film tersebut. Sebab hampir semua film film yang berthemakan action selalu memakai keahklian spesial efek untuk menggarap scene scene yang memang diharuskan penuh letusan dan kobaran api bahkan penghancuran gedung serta kendaraan.
Film Mafia Insyaf, memang belum sepenuhnya menggunakan trick trick kamera seperti layaknya film action bikinan luar. Namun, untuk alur ceritera dan adegan cationnya masih terbilang cukup bagus dan patut. Barangkali hal ini disesuaikan dengan kultur kita.
Film Mafia Insyaf, berkisah jatuh cintanya seorang anggota mafia kepada seorang polwan yang bertugas dibagian reserse menyelediki dan melakukan penangkapan para penjahat. Singkat kisahnya, Kendra( diperankan Tora Sudiro ) merupakan pewaris tahta ketua gank Macan Polkadot. Bersama denganBabe ( Jaja Miharja) dan ke dua adiknya Romi ( Ferry Ardiansyah) dan Jodi ( Kiran Sindhu).
Babe yang merupakan tokoh Mafia tersebut, tentu saja mengharapkan Kendra agar segera menikah karena merupakan anak sulung sebagai penerus tehta kerajaan mafia. Kendra bukan tiak mengerti dengan keinginan sang ayahnya itu, tetapi ia sendiri mempunyai alasan tersendiri mengenai hal yang satu itu, yakni setelah mengalami kehilangan kekasih lamanya, Selfi, membuatnya selalu enggan untuk mempunyai pacar. Bukan hanya sebatas Babe yang selalu pusing dengan Kendra agar segera memiliki calon isteri tersebut, tetapi Bejo ( Zaki Zimah ) asisten Kendra pun sama, sulit untuk mencarikan pacar bagi bosnya itu karena setiap ada selalu ditolak.
Begitulah komplik cerita ini mulai digarap, yaitu secara tidak sengaja Kendra bertemu dengan Selma ( Atiqah Hasiholan), yang belakang diketahui sebagai komisaris polisi yang bertugas di bagian reserse. Gadis cantik yang selalu melakukan penyamaran dalamsetiap melaksanakan tugasnya ini, ternyata membuat Kendra jatuh hati. Alasannya, Selma memang benar mirip Seli. Awal pertemuan, ketika Selma disaat menjalankan tugasnya tiba tiba dikejar gank kampak Ungu, yang merupakan musuh bebuyutan gank Macan Polkadot. Hubungan Kendra dengan Selma menjadi dekat. Disisni pembuat ceritera memiripkan dengan kisah pasangan suami isteri yang sama sama agen rahasia yang tengah bertugas dan satu sama lain menyembunyikan identitas, pada sebuah film roman action bikinan Hollywood . begitu pula dengan Mafia Insyaf, sama keduanya mengaku lain propesi. Kendra mengaku bekerja di yayasan sosial, begitu pula Selma sebagai PNS. Inti klimaks ceritera , akhirnya kedok mereka terbongkar, ketika Kendra harus berhadapan dengan hukum karena satu kasus perkelahian antar mafia. Kedua adik Kendra dikabarkan di culik kelompok gank kampak ungu yang dipimpin ( Indah kalalo). Selam terpaksa menangkap Kendra yang kemudian dihadapkan ke meja hijau bersama kedua adiknya yang memang sama sekali tidak diculik. Perbuatan itu disengaja oleh Boby sebagai jaksa penuntut umum agar mafia itu masuk penjara.
Kendra akhirnya bebas setelah diketahui semua kejadian perkelahian itu memang perangkap yang dilakukan oleh Bobi dan fakta itu berhasil terungkap setelah Mey mencoba mengambil rekaman kejadian perang gank tersebut dari tangan Roy kaki tangan Bobi. Kendra bersumpah dihadapan Selma, ia akan bertobat dan kembali ke jalan benar.- muller dari berbagai sumber di tulis kembali , Cang Anwar.-****
Posted in: Movie


05.52
MULLER Information center








